Lamongan, SEJAHTERA.CO – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Lamongan. Ratusan pelayat, mulai dari keluarga, santri, hingga masyarakat setempat, berbondong-bondong mengantarkan KH Abdul Aziz Khoiri ke tempat peristirahatan terakhirnya, Jumat (26/6/2026).
Ulama kharismatik yang merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Ma’ruf Lamongan itu wafat dalam usia 85 tahun sekitar pukul 09.30 WIB. Sejak pagi, rumah duka yang berlokasi di Lingkungan Kranggan, Gang Ababil, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, terus didatangi pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Jenazah Kiai Aziz disalatkan di Masjid Agung Lamongan selepas salat Asar sebelum diberangkatkan menuju pemakaman umum setempat. Ratusan warga dan santri tampak memadati area makam. Lantunan zikir dan ayat-ayat suci Al-Qur’an, termasuk Surah Al-Ikhlas, berkumandang khusyuk mengiringi saat jenazah perlahan diturunkan ke liang lahad.
Para pelayat berdesakan, saling membantu, dan berusaha mendekat guna memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai ulama sederhana, istiqamah, dan penuh keteladanan. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Lamongan.
Kiai Aziz lahir di Desa Tanggungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, pada 21 April 1941, dari pasangan KH Ahmad Khoiri dan Nyai Kasni. Sepanjang hidupnya, beliau mendedikasikan diri sepenuhnya untuk dakwah, pendidikan Islam, serta pembinaan generasi muda melalui Pondok Pesantren Al-Ma’ruf.
Selain aktif di dunia pendidikan dan dakwah, Kiai Aziz juga dikenal berkiprah dalam organisasi keagamaan dan politik. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Lamongan serta menjadi anggota DPRD Lamongan pada periode 1971 hingga 2000.



















