Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Ribuan massa menggelar aksi damai untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung, Selasa (30/6/2026). Mereka menilai penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani, peternak, supplier, dan mitra program.
Baca juga:Seleksi Sekda Tulungagung Mengerucut, Tri Hariadi Masuk Tiga Besar
Sekitar 4.000 peserta aksi yang terdiri dari relawan SPPG, petani, peternak, supplier, hingga mitra SPPG mendatangi Kantor Bupati Tulungagung. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap program MBG yang menjadi salah satu program nasional pemerintah.
Koordinator Forum Komunikasi Mitra SPPG Tulungagung, Rifqi Firmansyah, mengatakan penghentian sementara operasional dapur SPPG selama tiga pekan terakhir telah menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan bagi berbagai pihak yang terlibat dalam rantai pasok program tersebut.
Menurutnya, petani dan peternak menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Salah satu indikatornya adalah turunnya harga sejumlah komoditas pangan, terutama ayam potong hidup dan telur.
“Saat ini harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur anjlok imbas penutupan SPPG. Padahal operasional SPPG ini menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp120 miliar,” kata Rifqi.
Ia menjelaskan, harga ayam potong hidup yang sebelumnya berada di kisaran Rp23 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp15 ribu per kilogram. Penurunan permintaan dari dapur SPPG disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.



















