Yahya Nur Faizi, Atlet Cabor Wushu Pernah Tanding Saat Istri Kontraksi

Yahya Nur Faizi, Atlet Cabor Wushu Pernah Tanding Saat Istri Kontraksi

Kediri, SEJAHTERA.CO – Anggota Korps Bhayangkara satu ini mempunyai berbagai prestasi di bidang cabang olahraga wushu, salah satunya medali emas di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jember 2022. Tak hanya di Porprov, sejumlah medali pun pernah diraih di ajang kejuaraan lainnya.

Polisi berprestasi bernama Yahya Nur Faizi mendapatkan tugas sebagai ajudan atau mendampingi Wakapolres Kediri. Namun, ada pula pengalaman yang paling diingat dan  tidak terlupakan yakni ketika bertanding saat istrinya sedang kontraksi kehamilan.

Banyak prestasi yang diraihnya itu mengantarkannya menjadi bagian dari Korps Bhayangkara. Walaupun banyak prestasi, sebenarnya pria yang akrab disapa Yahya ini masih terbilang baru masuk dunia wushu. Alumni SMAN 5 Taruna Brawijaya lulusan 2018 ini baru masuk dunia olahraga wushu saat duduk di bangku SMA.

Read More

“Kebetulan saat saya kelas 10 awal mulai dibuka pusat Latihan wushu, dan tempatnya di sekolah saya itu,” ucapnya.

Dari situlah, Yahya memutuskan untuk mengikuti olahraga bela diri tersebut.

Sebenarnya, orang tuanya sempat melarang karena khawatir bisa membuatnya cedera baik ketik latihan ataupun bertanding. Namun, dia tetap yakin dan terus meyakinkan orang tuanya hingga terus berlatih untuk memberikan pembuktian berupa mendapatkan prestasi.

“Saat ikut latihan, saya sempat menyerah karena latihannya yang begitu keras. Pelatihnya tentara Marinir, beliau juga pernah tes pelatih. Punya akreditasi, jadinya ekstra dan berat,” jelas polisi berusia 24 tahun ini.

Meskipun keras, polisi berpangkat Bripda ini tetap menguatkan dirinya. Karena yakin bahwa wushu adalah jalannya untuk meraih prestasi. Selain itu, juga menyadari bahwa dia menonjol di bidang olahraga wushu.

Karena kegigihannya yang membuatnya harus terus berlatih tak pandang waktu hingga kegiatan belajar mengajar pun hingga membuatnya sering bolos kelas. Bahkan, membuat banyak teman dan guru yang menyibirnya.

“Karena latihan terus, jadi sering absen. Di situ sering ditanyain gurunya, Yahya dimana kok gak masuk lagi. Jadi awalnya memang gak didukung guru-guru,” katanya.

Saat ada ajang tanding di Malang, Kejurprov Open, bapak dua anak ini mencoba kemampuannya. Karena belum dapat restu, dia pun memutuskan untuk berangkat tanpa mendapatkan izin dari orang tuanya.

Di ajang tanding kali pertamanya ini, Yahya masih belum beruntung. Dia harus mengalami kegagalan.

“Bisa jadi juga karena gak dapat izin dari orang tua,” terangnya.

Lelaki asal Desa Plosorejo Kecamatan Gampengrejo ini sempat mengalami down dan pesimis lantaran tidak tahu bagaimana caranya menang. Namun, ia harus terus mengikuti berbagai pertandingan untuk membuktikan pada orang tuanya, dan semuanya bahwa latihan keras yang dilakukan itu tidaklah sia-sia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *