Lantas, dirinya kembali terus mengasah kemampuannya. Hingga pada saat pertandingan lagi di POPNAS 2017, Yahya kembali mencobanya.
“Alhamdulillah saya berhasil meraih pencapaian besar di wushu sanda kelas 60 kilogram dan mendapatkan medali emas,” ujarnya.
Yahya pun berhasil membuktikan kepada semua orang. Termasuk pada teman-teman, guru serta orang tuanya.
Dari sinilah semuanya memberikan dukungan penuh kepada dirinya termasuk keluarganya bahwa mengikuti wushu tidak cedera.
Menurutnya, awal mula mendapatkan berbagai prestasi itulah mengantarkannya menjadi bagian dari abdi negara sebagai seorang polisi.
Dia menceritakan, ada pengalaman yang teringat baginya saat pertandingan Porprov Jember 2022 ketika menjabat di unit kamsel satlantas. Kala itu istrinya sedang hamil besar. Sebelum malamnya ada pertandingan final, Yahya ditelepon keluarga bahwa istrinya mengalami kontraksi.
“Pikiran saya jadi tidak tenang dengan kondisi istrinya di rumah. Sempat bikin gak fokus saat pertandingan malamnya,” kenangnya.
Untuk memfokuskan pikiran yang dia bayangkan adalah segera memenangkan pertandingan itu. Lalu segera pulang untuk melihat dan mendampingi istrinya. Dengan demikian, kefokusannya pun dapat kembali sehingga Yahya bisa bertanding secara bagus dan berhasil mengalahkan lawannya.
Akhirnya, ia pun mampu meraih medali emas dalam ajang yang digelar dua tahunan tersebut.
Saat hendak pulang, dirinya sempat dilarang karena masih harus mengurus administrasi. Selain itu, juga harus menerima penyerahan penghargaan. Setelah menceritakan apa yang dialami istrinya itu, diperbolehkan pulang.
“Saat itu kondisi saya juga cidera. Sudah nggak mikir, pokoknya harus pulang,” pungkas Bripda Yahya.
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor : Dhita Septiadharma



















