Selama di India, total ada sebanyak 40 atlet yang sudah dilatih secara langsung oleh Shofi semenjak kedatangannya di Negeri Anak Benua tersebut.
Sejak tiba di sana, semua pikiran negatif yang sempat ada di kepala Shofi akhirnya berhasil ditepis dan justru berbalik menjadi hal yang positif.
Beragam prestasi berhasil diraih Shofi dan klubnya berhasil memenangkan kejuaraan Udyavara Badminton Premier League 2024. Namun, kenangan Indah Shofi dengan klub tersebut harus berakhir pada tahun ini dan dia mulai mencari pengalaman ke negara lain.
“Saya mulai melatih di India itu sejak tahun 2023, dan tahun 2024 ini sudah tidak melatih di sana lagi. Berarti kurang lebih satu tahun saya melatih di India,” ujarnya.
Shofi memutuskan hengkang dari India dan klub yang sudah berhasil dia hantarkan untuk meraih gelar juara itu sebenarnya bukan tanpa alasan.
Pasalnya, setelah tepat satu tahun melatih, Shofi sempat mengajukan kenaikan nilai kontrak terutama dalam hal gaji pada manajemen klub.
Namun, usulan kenaikan nilai kontrak tersebut ditolak oleh pihak klub, sehingga dia lebih memilih untuk berhenti terlebih dahulu dan mencoba melirik klub lain.
Selama di India gaji yang diterima setiap bulan senilai 900 dolar Amerika atau sekitar Rp 13 juta hingga Rp 14 juta.
“Sempat mengusulkan kenaikan kontrak, karena saya berhasil membawa klub itu juara, tetapi justru ditolak. Akhirnya saya memilih berhenti, tetapi sebentar lagi akan berangkat ke China untuk menjadi pelatih di sana,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















