Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Banyak yang mengidamkan sukses dalam berkarier di dunia olahraga. Salah satunya seperti Mohammad Shofiullah (21) warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung yang juga ingin memiliki karier kompetitif di dunia olahraga. Namun siapa sangka, usaha dan kerja kerasnya itu membuahkan hasil, hingga dia mampu meraup ratusan dolar setiap bulannya.
perjalanan karier Mohammad Shofiullah dalam dunia olahraga itu dimulai sejak ketertarikannya olahraga badminton. Saking sukanya pada jenis olahraga tersebut, Shofi -sapaan akrabnya bahkan memiliki tekat untuk bisa mendorong orang lain agar mahir dalam bermain olahraga badminton.
Sejak saat itu, dia memutuskan untuk menjadi pelatih badminton yang mana pada tahun 2019 silam, dia memulai debut kepelatihannya yang dia mulai di Ibu Kota Jakarta. Secara menakjubkan, meski masih tergolong baru, karier kepelatihan Shofi terbilang mentereng hingga mampu memenangkan berbagai kompetisi.
“Saya mulai menjadi pelatih badminton itu sejak tahun 2019 sampai saat ini. Awalnya mulai debut di Jakarta, saat itu ternyata banyak pemain badminton yang berhasil memenangkan kompetisi usai saya latih,” kata Mohammad Shofiullah, Senin (22/4/2024).
Merasa sukses di negerinya sendiri, Shofi mulai tertantang untuk mencoba berkarir di negeri orang dan dia mengincar India sebagai tempatnya mengembangkan kariernya. Namun untuk bisa melatih di sana, dia harus mengikuti seleksi kepelatihan yang mengharuskan bersaing dengan pelatih lainnya.
Tanpa disangka, Shofi berhasil lolos dalam tahap seleksi tersebut dan diminta untuk bersiap terbang ke negeri Hindustan tersebut untuk memulai karier kepelatihannya. Meski lolos seleksi, tapi ternyata Shofi masih harus bergulat dengan pikirannya sendiri yang seolah tak percaya bisa melatih di negeri orang.
“Awalnya banyak pikiran-pikiran buruk yang hinggap di kepala saya, seperti apakah saya bisa berhasil di sana. Tetapi semua itu pada akhirnya saya tepis dan membulatkan tekad untuk berangkat ke sana,” ungkapnya.
Selama di India, Shofi saat itu diberi kesempatan untuk melatih klub Yadav Pro Badminton Academy (YPBA) yang mana saat itu dia melatih calon atlet yang berusia 13 hingga 24 tahun. Meski berada di India, tapi untuk masalah komunikasi, Shofi tidak mengalami kendala sedikitpun.
Pasalnya, Shofi kerap menggunakan bahasa Inggris untuk memberikan arahan saat melatih atlet-atlet di sana, sehingga mereka bisa memahami setiap perkataan Shofi. Selain itu, dia juga memiliki asisten pelatih asli India yang memberi bantuan ketia atletnya tidak bisa bahasa Inggris.
“Sempat juga mengalami masalah sama komunikasi tetapi ada asisten pelatihnya juga di sana, sehingga asisten pelatih itu bisa menerjemahkan kata-kata saya ke bahasa hindi,” jelasnya.



















