“Pada bulan Ramadan kemarin memang banyak aktivitas lalu lintas ternak terutamanya ternak sapi. Jadi kami menyimpulkan jika hal itulah yang jadi penyebabnya,” ungkapnya.
Secara teknis, Tutus menyebut, sapi yang baru didatangkan ke kandang para peternak bisa langsung menyebarkan PMK secara cepat dan menularkannya ke ternak lain.
Namun, pihaknya memastikan jika ketahanan sapi di Tulungagung sudah lebih baik jika dibandingkan saat pertama kali PMK mewabah.
Hal itu tidak lain karena sudah terlaksananya vaksinasi PMK, yang mana mayoritas sapi di Tulungagung sudah mendapat minimal dua kali dosis vaksin PMK.
Dia memaklumi terkait kondisi para peternak yang panik ketika mendapati adanya PMK muncul kembali di Tulungagung.
“Kami hanya menyayangkan para peternak yang panik dan menjual murah sapi miliknya yang terkena PMK. Padahal jika diobati pasti bisa segera pulih,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















