Blitar, SEJAHTERA.CO – Pengajian rutin setiap Senin di kompleks pondom Gus Iqdam memantik usaha anyar. Para pelaku usaha bermunculan untuk mendongkrak rezeki.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni, mengatakan sejak agenda pengajian Gus Iqdam di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar jadi agenda, menjadi momen pelaku usaha berjualan. Paling banyak usaha kuliner.
“Kami menyebutnya UMKM, karena usahanya masih mikro atau kecil. Dan ini menjadi indikasi ekonomi bergeliat,” kata Sri Wahyuni, Selasa (7/5).
Dia mengatakan beberapa jam sebelum pengajian, di lokasi banyak berjejer pedagang. Mayoritas kuliner. Tetapi ada pula yang berjualan suvenir. Mulai sarung, tasbih, baju muslim dan lain sebagainya.
Ada pula jasa foto ketika mengikuti pengajian. Dan diakui atau tidak, para UMKM itu berasal dari Blitar. “Iya selalu ramai jamaah sehingga dimanfaatkan pedagang,” katanya.
Sebagai bentuk perhatian, lanjutnya, dinas pun turun ke lokasi. Salah satunya dengan memfasilitasi pembuatan nomor induk berusaha atau NIB. Dengan NIB memudahkan pelaku UMKM mengembangkan usahanya. Karena sudah diakui dan terdaftar.
“Yang jelas pengajian berdampak pula pada kesejahteraan para pelaku usaha kecil,” katanya.
Sementara itu, pada tahun ini dinas mengalokasikan dana Rp 1,2 miliar. Dana itu diperuntukkan pembinaan dan fasilitasi para pelaku usaha mikro.


















