Dalam pembahasan itu mereka juga melakukan studi banding ke daerah-daerah yang sudah berhasil menerapkan perdagangan karbon.
Sebab skema fiskal ini menjadi hal baru, namun secara keseharian sudah diterapkan masyarakat. Berkaca pada rendahnya karbon yang dihasilkan dibandingkan kemampuan serapan karbon.
Meskipun belum dihitung, Trenggalek mengklaim sudah FOLU (Forest and Other Land Use) net sink. Artinya tingkat serapan emisi sama dengan atau lebih tinggi dari karbon emisi yang dikeluarkan.
Trenggalek mengeluarkan gas karbon sekitar 3 juta ton equivalent per-tahun yang dikeluarkan dari sektor transportasi, industri, energi dan rumah tangga. Sementara penyerapan emisi di Trenggalek mencapai sekitar 27 juta ton equivalent per tahun.
Itulah yang ingin dimonetisasi untuk dijadikan pundi-pundi pendapatan asli daerah lewat perdagangan karbon.
“Paling tidak contoh sertifikat yang akan kita jual itu mampu meyakinkan masyarakat. Ini sebagai bukti bahwa net zero carbon itu bisa menghasilkan pundi-pundi asli daerah,” pungkasnya.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















