Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di jalan Ahmad Yani Timur dan jalan Basuki Rahmat mengeluhkan rencana relokasi yang dilakukan oleh Pemkab Tulungagung melalui Satpol PP. Mereka khawatir jika penghasilan yang didapat justru akan berkurang.
Salah seorang pedagang di jalan Ahmad Yani Timur, Untung Edi mengatakan, sudah mendengar rencana relokasi pedagang di kawasan jalan Ahmad Yani Timur.
Pedagang di sana rencananya dipindah ke kawasan Pinka maupun di depan Pasar Wage Tulungagung.
Namun, PKL sendiri kurang sepakat dengan rencana relokasi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Satpol PP Tulungagung.
Hal itu tentunya berkaitan dengan penghasilan yang didapat oleh para PKL yang dikhawatirkan justru menurun dibanding sebelum relokasi.
“Kalau bisa jangan dipindah, nanti bagaimana nasib kami para pedagang kalau dipindah, toh belum tentu terjamin,” kata Untung Edi, Senin (24/6/2024).
Selama satu hari berjualan di jalan Ahmad Yani Timur, Untung membuka lapaknya selama 14 jam mulai jam 08.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB. Dalam kurun waktu itu dia mampu meraup untung sebanyak Rp 500 ribu hari memalui penjualan sate tahu.
Namun, sebelum berjualan dia harus menggadaikan BPKB kendaraannya untuk membeli gerobak dagang karena dulunya hanya berdagang menggunakan sepeda.
Dengan alasan itu, dia khawatir tidak mampu membayar angsuran untuk menebus BPKB miliknya.
“Saya jualannya dari pagi sampai malam. Ini saja baru beli gerobak sampai gadai BPKB sepeda motor. Dulu jualan masih pakai sepeda,” ungkapnya.
Sementara itu, pedagang lainnya di jalan Basuki Rahmat, Slamet Riyadi mengaku, kurang sepakat terkait rencana relokasi tersebut.
Namun, apabila benar-benar dilakukan dia mengaku pasrah dan akan mengikuti keinginan pemerintah untuk melakukan relokasi para PKL di sana.
Slamet berjualan untuk menanggung biaya sekolah kedua anaknya yang sedang duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Belum lagi adanya tunggakan lainnya yang harus ditanggung setiap bulan.
PKL itu juga khawatir jika relokasi di tempat baru akan berimbas pada sepinya pembeli.
“Mau tidak mau ya terpaksa harus nurut, toh itu sudah jadi keputusan pemerintah. Kami para pedagang mungkin cuma bisa berharap agar relokasi ini tidak menurunkan omset kami,” kata Slamet Riyadi.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















