Hasil Melimpah, Petani Tembakau di Ponorogo Sumringah Raup Untung jingga Rp 25 Miliar

Hasil Melimpah, Petani Tembakau di Ponorogo Sumringah Raup Untung jingga Rp 25 Miliar
Salah satu petani tembakau saat menjemur tembakaunya. (istimewa)

“Memang tembakau hasilnya selalu stabil, tahun ini di harga Rp 32 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogramnya, tergantung kualitas dan grade daun tembakau,” imbuhnya.

Jika dihitung setiap kali panen tembakau di Desa Tatung, hasilnya juga cukup besar yakni lebih dari 200 ton. Apalagi 80 persen lahan di desa Tatung saat ini sudah ditanami oleh tanaman tembakau. Selain itu setiap musim kemarau, 70 persen warganya juga beralih menjadi petani tembakau.

“Kalau dihitung potensi hasil dari tembakau ini bisa sekitar Rp 25 miliar, itu hitungan kasar dari tahun lalu. Kalau luasannya naik kemungkinan juga naik potensinya,” imbuh Rudi.

Read More

Baca Juga :Dispertabun Kabupaten Kediri Fasilitasi Bantu Sarpras Petani Tembakau

Ditambah, para petani tembakau di Desa Tatung tidak perlu khawatir tentang penjualan. Sebab, lanjut Rudi di desanya sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan rokok nasional. Sehingga setiap hasil panen akan langsung dijual ke pabrik.

“Bisa dibilang tidak ada lahan kosong yang tidak ditanami tembakau, semua tembakau langsung dibeli oleh pabrik,” tandas Rudi.

Sementara itu, Sarengat salah satu petani tembakau mengakui jika hasil kuantitas maupun kualitas tahun ini lebih baik jika dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga :Kandang Berisi Pakan Ternak di Desa Pakisaji Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp 20 Juta

Hal tersebut dipengaruhi faktor cuaca, sebab tanaman tembakau tidak bisa bertahan di curah hujan tinggi.

“Alhamdulillah tahun ini hasil panennya bagus. Lahan seluas seperempat hektare, hasil panennya mampu menghasilkan 32 kwintal,” tutur Sarengat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *