Sebelumnya, petugas gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL hingga Polairud serta unsur-unsur terkait lainnya melakukan pencarian korban sejak Sabtu (21/9/2024).
Sebanyak dua Search and Rescue Unit (SRU) laut dikerahkan dengan menggunakan sarana dukung perahu karet dan perahu nelayan. Kedua SRU laut itu menyisir dua lokasi yang berbeda.
Baca Juga :Miris, Ayah di Kota Malang Diduga Rudapaksa Anak Tiri, Begini Kronologinya
“Ombak yang tinggi serta angin laut yang bertiup cukup kencang menjadi tantangan sehingga kami harus berhati-hati dan menjaga satu sama lainnya,” ujarnya.
Pada saat bersamaan satu SRU darat juga bergerak melakukan penyisiran dan pengamatan di sepanjang Pantai Tok Alang-alang dengan jarak yang ditempuh 2,5 kilometer.
Selain itu petugas gabungan juga menyebarluaskan tentang informasi itu kepada nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai untuk memudahkan proses pencarian.
Baca Juga :Ini Pengakuan Ketua RT Terkait Ayah Diduga Rudapaksa Anak Tiri di Kota Malang
“Pencarian itu membuahkan hasil dihari ke empat. Dengan ditemukannya korban, Basarnas secara resmi menutup operasi pencarian korban,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat nelayan untuk selalu hati-hati dan waspada, serta memantau perkembangan cuaca untuk mengetahui potensi-potensi terjadinya gelombang tinggi.
Baca Juga :Mas Dhito dan Mbak Dewi Datang Awal di Pengundian Nomor Urut
Dengan harapan dapat meminimalisir risiko-risiko kecelakaan di laut. “Selalu hati-hati dan tetap waspada,” pungkasnya.


















