Kediri, SEJAHTERA.CO – Pj Wali Kota Kediri, Zanariah memberikan arahan dalam Sosialisasi PHBS Pondok Pesantren, Rabu (25/9/2024). Sosialisasi ini diikuti oleh 370 santri dari Pondok Pesantren Putri Al Baqoroh. Dalam kegiatan ini terdapat dua narasumber dari Dinas Kesehatan dan Kantor Kemenag Kota Kediri. Dalam acara ini, para santri juga diajak untuk minum tablet tambah darah serentak.
Baca juga:Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, Pj Wali Kota Kediri Berharap Pemuda Berperan dalam Pembangunan
“Kota Kediri merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki puluhan pondok pesantren dengan jumlah santri yang mencapai puluhan ribu. Jumlah sumber daya manusia yang sangat banyak dan memiliki potensi besar,” ujarnya.
Zanariah mengungkapkan para santri di pondok pesantren biasanya memiliki keseharian yang selalu bersama-sama dan bersifat komunal. Dimulai dari tidur, makan, belajar, bermain dan beribadah bersama-sama. Maka dari itu, sangat penting bagi para santri untuk menjaga kesehatan dan kebersihan yang dimulai dari diri sendiri. Sifat komunal di pesantren ini bisa menyebabkan santri lebih rentan terjangkit penyakit apabila tidak menjaga kesehatan.
Seperti misalnya, gatal-gatal, diare, DBD, gizi kurang seimbang, bahkan TB. Apalagi jika tidak diimbangi dengan hidup bersih dan sehat. Kondisi ini menjadi tantangan yang perlu direspon bersama. Tidak hanya berfokus pada penguatan iman dan taqwa, namun juga kesehatan jasmani para santri.



















