Warga juga mengeluarkan hewan ternak yang ada pada kandang tersebut sebelum hangus terbakar seluruhnya. Saat petugas Damkar tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK), kandang ternak tersebut sudah dalam keadaan kosong.
Menurut Iwan, petugas Damkar Tulungagung membawa dua mobil damkar dan dua truk tangki air untuk membantu proses pemadaman pada kandang ternak tersebut. Diketahui, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB atau hampir dua jam proses pemadaman lantaran banyak barang mudah terbakar.
Setelah api benar-benar dipadamkan, olah TKP dilakukan untuk mencari tahu penyebab munculnya api. Berdasarkan keterangan yang didapat, rupanya sebelum terjadi kebakaran, pemilik kandang itu menyalakan api untuk membuat diang atau perapian hewan.
Baca Juga :Sinergi dan Kolaborasi Antar-komunitas Bersihkan Sampah Sungai Maron Banyakan
Namun usai perapian itu menyala, pemilik kandang meninggalkan lokasi dan membiarkan api menyala dan kemudian menyambar jerami. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, akibat kejadian ini, pemilik kandang menderita kerugian Rp 10 juta.
“Hewan ternak berupa delapan ekor sapi dan 10 ekor kambing berhasil diselamatkan oleh warga setempat sebelum sempat tersambar api,” pungkasnya.



















