“Kami masukkan sesuai SK yang ada. Tenaga kebersihan. Ternyata d dalam data base tenaga kebersihan tidak masuk. Sedangkan yang masuk itu administrasi perkantoran, teknisi perkantoran,” imbuhnya.
Ia menambahkan jika ada 272 tenaga kebersihan yang berstatus sebagai honorer. Dari jumlah tersebut hanya ada satu yang bisa mengikuti rekrutmen PPPK gelombang satu. Sedangkan sisanya tidak bisa, karena kesalahan administrasi
Baca Juga :Sebanyak 21 Calon KPPS Pernah Jadi Saksi Pemilu, Ini Kata Bawaslu Kabupaten Blitar
“Untuk gelombang satu ini hanya ada satu yang bisa mengikuti sedangkan lainnya tidak bisa,” jelasnya.
Kendati demikian pihaknya berjanji, dalam rekrutmen gelombang dua nanti data tenaga honorer tersebut akan dimasukkan pada gelombang kedua yang dibuka pada November mendatang. Dalam rekrutmen ini ada 50 formasi yang ada di DLH Ponorogo untuk PPPK baik untuk gelombang satu maupun dua.
“Yang jelas di gelombang dua nanti, teman-teman (tenaga kebersihan) bisa ikut seleksi PPPK. Tapi harus bersabar dan tidak patah semangat untuk mengikuti seleksi sebagai abdi negara, pada gelombang dua,” tandasnya.
Baca Juga :Lewat Mural, Polsek Plemahan Ajak Pelajar Kampanyekan Pilkada Aman dan Kondusif
Diberitakan sebelumnya, ratusan tenaga kebersihan di DLH Kabupaten Ponorogo mengadu ke DPRD Ponorogo lantaran pada seleksi PPPK gelombang pertama ini mereka tidak bisa mengikuti seleksi untuk diangkat menjadi ASN.



















