Baca Juga :Ada 69 Desa di Trenggalek Terdampak Kekeringan, Berpotensi Masih Terus Meluas
Warga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Damkar Tulungagung sembari melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya.
“Lokasi toko pracangan yang terbakar ini memang bertempat pada kawasan padat penduduk, sehingga warga setempat panik jika api sudah membesar dan merembet ke rumah warga lainnya,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan itu, jelaa Artista, petugas Damkar Tulungagung segera menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) dengan membawa dua mobil damkar dan dua truk tangki suplai air.
Baca Juga :Izin Tinggal Overstay, Kantor Imigrasi Kediri Kediri Deportasi WNA Belanda
Setibanya di TKK, petugas lantas mengambil alih proses pemadaman tersebut, dimana proses pemadaman memakan waktu 15 menit.
Setelah api benar-benar berhasil dipadamkan, petugas memeriksa dan menemukan api berasal dari kipas angin yang berada di kamar depan.
Kipas angin tersebut dibiarkan menyala, dan rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong, diduga kuat api disebabkan karena Korsleting listrik.
Baca Juga :Satsamapta Polres Jombang Gagalkan Pengiriman 22 Juriken Tuak Asal Tuban
“Beruntung yang terbakar hanya kamar depan serta beberapa isinya mulai dari kasur dan pakaian milik korban. Kejadian ini menyebabkan kerugian mencapai Rp 3 juta,” pungkasnya.
Atas peristiwa ini, Damkar Tulungagung mengimbau agar masyarakat memastikan seluruh perangkat elektronik di rumahnya dalam kondisi mati saat hendak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Bahkan bila perlu, kabel peralatan elektronik itu dilepas dari stop kontak agar tidak terjadi kejadian serupa.



















