Sedangkan, paslon nomor urut 2 mempertanyakan terkait hasil panen di era kepemimpinan Ipong Muchlisoni dengan pemberian pupuk organik cair (POC) kepada petani senilai Rp 30 miliar.
“Njenengan pernah memimpin, saya ingin tahu pemberian POC senilai Rp 30 miliar kepada petani di era njenengan, itu berapa hasil panennya?,” tanya Sugiri.
Mendapat pertanyaan tersebut, Ipong menyebut jika pemberian POC tersebut bukan untuk memperbaiki hara dan kesuburan di dalam tanah akibat penggunaan pupuk kimia.
Baca Juga :Pemkab Kediri Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Sepawon Plosoklaten
“Jadi pemberian POC itu tidak semata-mata untuk meningkatkan produktivitas, tapi lebih kepada memperbaiki kualitas tanah akibat pemakaian pupuk kimia. Jika tanahnya sehat otomatis hasil akan naik,” papar Ipong.
Seusai debat Ipong Muchlisoni mengaku jika Pilbup tahun ini ibarat El Classico. Namun akan tetap berlangsung aman dan damai. Pun, pihaknya sudah menyampaikan seluruh visi dan misinya dalam debat pertama ini.
“Apa yang menjadi visi misi kita telah kita sampaikan kepada masyarakat, dan tentu harapan kedepan kita bisa menang,” tandasnya.
Baca Juga :Jual Arbal Tanpa Izin Edar, Pemuda Asal Blitar Diringkus Polsek Ngunut, Begini Kronologinya
Sementara itu, pasangan inkamben Sugiri Sancoko menyebut jika dalam debat ini tidak ada yang menang atau kalah. Ia mengatakan jika debat merupakan tempat untuk beradu gagasan untuk Ponorogo 5 tahun ke depan.
“Tidak ada menang atau kalah, namanya debat itu kan adu gagasan. Dan mudah-mudahan yang paling penting bagaimana kita bekerja dari dulu kan saya memang tidak bisa berkata-kata, karena saya pekerja keras,” katanya.



















