Jombang, SEJAHTERA.CO – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Hikam yang terletak di Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, mengambil langkah inovatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah plastik.
Baca Juga :Selebgram Promotor Judi Online Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Ini Kata Kasi Inteljen Kejari Tulungagung
Sejak tahun 2015, sekolah ini menjadikan pengolahan sampah plastik sebagai bagian dari kurikulum sekolah, dengan kegiatan pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick atau bata ramah lingkungan yang dibuat dari botol plastik berisi sampah anorganik.
Kepala MTs Al Hikam, Maftuhah Mustiqowati, yang akrab disapa Ning Ika, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil karena kepedulian sekolah terhadap lingkungan.
Ia menyadari sampah plastik merupakan salah satu masalah besar yang berdampak langsung pada masyarakat.
Baca Juga :Pilkada 2024, Ratusan Warga Binaan Tak Bisa Mencoblos, Ini Penjelasan KPU Kabupaten Blitar
“Kami memang konsen ke lingkungan, khususnya pengelolaan sampah plastik, yang kita tahu menjadi masalah besar di Indonesia.
Karena itu, kami memasukkan pengolahan sampah ini dalam kurikulum agar siswa lebih bertanggung jawab terhadap sampah mereka sendiri,” ujar Mustiqowati saat ditemui di kantornya, Sabtu (26/10/2024).
Di MTs Al Hikam, setiap siswa diwajibkan untuk membuat ecobrick sebagai bagian dari kegiatan sekolah. Bahkan, pembuatan ecobrick ini menjadi salah satu syarat bagi siswa untuk mengikuti ujian akhir.
Baca Juga :Pabrik Pakan Ternak di Jombang Terbakar, Ini Penyebabnya
Mustiqowati menjelaskan, meskipun pada awalnya mungkin terkesan sebagai kewajiban yang memberatkan siswa, tetapi lama-kelamaan hal tersebut menjadi kebiasaan yang diakui banyak siswa membawa dampak positif.
“Awalnya, kegiatan ini mungkin seperti dipaksakan. Tapi kami percaya bahwa kebaikan sering kali memang harus dimulai dengan paksaan. Seiring berjalannya waktu, anak-anak sudah terbiasa, bahkan mereka senang melakukannya,” ungkapnya.
Penggunaan ecobrick di MTs Al Hikam pun sangat bervariasi. Botol-botol yang telah diisi sampah plastik ini dimanfaatkan untuk membangun tembok pembatas di dalam sekolah, papan mading, partisi ruangan, serta dekorasi yang menarik bagi para siswa untuk dijadikan spot swafoto.
Baca Juga :Surat Suara untuk Pilbup Ponorogo Datang, Ketua KPU: Dijaga 24 Jam
“Manfaatnya banyak, ecobrick bisa digunakan untuk tembok sekat, mading, bahkan partisi kelas. Kami juga menjadikannya tempat duduk dan meja untuk area bersantai siswa,” tambah Ning Ika.



















