Apip juga mengaku bahwa pelatihan yang diberikan Diskominfo kepada KIM memang tidaklah cukup, namun ia berharap KIM Kota Kediri tetap bisa menyerap ilmu dari narasumber yang dihadirkan Diskominfo dan dapat mengembangkan potensi, baik secara otodidak maupun belajar dengan pakar animasi lainnya. Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut, yaitu Moh. Aris Saputra Dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Danu Sukendro, Direktur Lafanza Quanta.
“Kami sadar, penambahan pengetahuan tidak cukup diberikan satu kali tapi harus dilakukan secara terus menerus. Pengetahuan yang KIM terima, tidak hanya bisa diperoleh dari Pemkot Kediri saja tapi juga dari tempat atau media lainnya, seperti dari internet. Jadi jangan lelah untuk belajar dan mencari informasi. Lomba video animasi yang digelar Diskominfo hanyalah salah satu jalan pembelajaran, masih banyak yang bisa kalian pelajari di luar sana,” ujarnya.
Lebih lanjut, Apip yakin jika KIM Kota Kediri bisa mumpuni di bidang video animasi, akan ada nilai ekonomi yang mengikuti, selain untuk mengikuti lomba video animasi. Maka dari itu Apip berharap KIM Kota Kediri mau terus belajar dan mengasahkan kemampuan di bidang video animasi.
“Kami harap, bakat dan potensi KIM yang sudah muncul melalui lomba ini bisa terus dikembangkan dan kedepannya tidak hanya memberikan kebanggaan pada KIM dan Kota Kediri tapi juga bisa menjadi daya tarik perekonomian bagi bapak ibu KIM,” ungkapnya diakhir sambutan.



















