Kemudian lebih merinci jenis komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga per hari dan mingguan. Perlu juga menetapkan target penurunan harga komoditas yang di atas het/hap. Melakukan rekonsiliasi data, mengintegrasikan data-data, sehingga bisa mengintervensi secara tepat.
“Serta terakhir, Kemendagri terus mendorong pemda melakukan Rakor atau Analis Evaluasi (ANEV) pengendalian inflasi daerah, pengalokasian anggaran untuk mengendalikan inflasi, mengambil langkah lebih proaktif dalam pengendalian inflasi daerah yang berbasis data dengan berkoordinasi dengan BPS dan KPWBI Kediri serta memperhatikan hasil Indeks Perkembangan Harga (IPH), dan identifikasi penyebab kenaikan harga barang/jasa,” terangnya.
Di akhir acara, juga dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama TPID dengan pihak ketiga yakni Asosiasi Petani Cabai Indonesia Kabupaten Kediri, Asosiasi Penangkaran Benih Bawang Merah Kabupaten Nganjuk, CV Siti Oetomo, UD Arva Bintang Jaya, UD Hatari dan UD Jatayu. Selain itu ada penyerahan mockup kepada pemenang Implementasi Urban Farming PKK Sigap (Solutif Mengelola Bahan Pangan) yang dilaksanakan oleh KPwBI Kediri yaitu juara 1 PKK Kelurahan Burengan, juara 2 PKK Kelurahan Mojoroto dan juara 3 PKK Kelurahan Rejomulyo, dan juara 4 PKK Kelurahan Tosaren.
Hadir pula, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Andi Mirnawaty, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ferry Djatmiko, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri Emil Wahyudiono, Kasatintelkam Polres Kediri Kota Iptu Heryda Setia Mark Wembo, Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Kediri, Pimpinan Cabang Bulog Kediri Imam Mahdi, Kepala KPPN Tipe A1 Kediri Moch. Izma Nur Choironi, serta perwakilan Pimpinan Pertamina Unit Pemasaran V Depo Kediri.


















