“Selain itu arus lalu lintas dari kedua arah melumpuh. Pohon tumbang juga terjadi di Kelurahan Tamanan. Pohon waru tinggi 9 meter dengan diameter 40 centimeter menimpa Jembatan Kranjung,” ujarnya.
Triadi menambahkan, selain banjir dan pohon tumbang, hujan dengan kurun waktu bervariasi itu juga mengakibatkan bencana longsor. Longsor terjadi di RT 11/RW 04 Desa Dompyong Kecamatan Bendungan.
Longsor setinggi 25 meter dan lebar 10 meter itu menutup akses dari Trenggalek via Bendungan menuju Tulungagung via Kecamatan Pagerwojo.
“Selain itu bencana longsor juga menutup jalan antar Desa Surenlor dengan Masaran Kecamatan Bendungan, longsor di tiga titik,” kata Triadi.
Baca Juga :Perempuan Asal Desa Bangoan Tulungagung Nekat Bunuh Diri, Diduga Ini Penyebabnya
Saat ini akses jalan Selingkar Wilis itu sudah bisa dilalui kendaraan dengan lancar pasca-petugas gabungan melakukan evakuasi material hingga pukul 00.15 WIB. Sebuah alat berat diterjunkan untuk mengevakuasi bencana longsor yang dipicu hujan lebat sejak pukul 14.30 WIB itu.
Dalam kesempatan itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Termasuk warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Ngasinan karena terjadi peningkatan debit air drastis.
Terlebih Kabupaten Trenggalek jadi salah satu dari 29 daerah di Jatim yang berpotensi dilanda cuaca ekstrim merujuk rilis BMKG.
“Untuk itu kami imbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan utamanya saat terjadi hujan lebat,” pungkasnya.



















