Perayaan Natal ini juga dihadiri oleh tokoh lintas agama, termasuk aktivis Gusdurian Jombang, Aan Anshori. Ia mengapresiasi kehadiran gereja baru dan menyebutnya sebagai bukti harapan yang selalu ada meskipun sebelumnya menghadapi tantangan.
“Alhamdulillah, suasana kali ini begitu meriah. Banyak teman-teman Muslim hadir untuk menyemangati saudara-saudara kita yang sebelumnya berduka karena tempat ibadahnya ditutup. Ini bukti bahwa harapan selalu ada,” tutur Aan.
Baca Juga :Aksi Unjuk Rasa Ratusan Truk Tambang Pasir Tradisional di Depan Pemkab Kediri, ini Tuntutannya
Aan mengingatkan pentingnya menjaga semangat toleransi seperti yang diajarkan oleh Gus Dur. “Kelahiran Isa Almasih atau Yesus Kristus tidak hanya untuk umat Kristiani, tetapi juga membawa pesan kedamaian bagi seluruh umat manusia. Sebagai umat Islam, kita harus menjadi rahmatan lil alamin, cerminan kasih yang hadir bagi semua,” lanjutnya.
Ia juga mengajak masyarakat Jombang untuk terus menjaga keberagaman dan toleransi.
“Dengan ikut merayakan kebahagiaan saudara kami, kami tidak hanya menjaga kota ini sebagai kota santri tetapi juga kota toleransi,” tutup Aan.
Baca Juga :Demo Kejaksaan Negeri Blitar, KRPK-FMR Bawa Segebok Data, Minta Usut Kasus Dugaan Korupsi
Natal tahun ini menjadi bukti nyata bahwa Jombang mampu menjadi rumah yang hangat bagi semua umat beragama. Kehadiran tokoh lintas agama dalam perayaan Natal ini menjadi simbol harmoni dan semangat saling menghormati di tengah keberagaman.
Dengan semangat baru di tempat ibadah baru, jemaat GAB Damai Sejahtera berharap dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.



















