“Ada pembengkakan karena kan memang tenggelam, juga ada luka-luka karena tersangkut apa begitu di dalam air,” tambahnya.
Nanang mengakui saat proses pencarian korban tenggelam selama empat hari ini, tim gabungan sempat mengalami kendala. Salah satunya karena faktor cuaca yakni hujan deras yang mengganggu visibilitas pencarian serta demi keselamatan tim gabungan.
“Kalau waduknya cukup dalam, proses naiknya juga membutuhkan waktu. Suhu juga berpengaruh ya, kalau airnya dingin, proses naiknya (korban tenggelam) juga butuh waktu lama,” tegasnya.
Baca Juga :KA Kertanegara Hantam Truk Gandeng di Kota Blitar, Hancur, Penjaga Palang Pintu Ngantuk
Adapun proses pencarian korban tenggelam dilakukan tim gabungan BPBD Ponorogo, SAR Trenggalek, SAR MTA Ngawi, SAR Sikatan Ngawi dan relawan lain. Usai ditemukan, jenazah Karyono kini di bawa ke ruang pemulasaraan jenazah RSUD dr. Harjono Ponorogo.
“Dengan ditemukannya tubuh korban, maka upaya pencarian dinyatakan ditutup, jenasah sudah saat ini berada di RSUD Ponorogo,” pungkasnya



















