Namun, usaha Suciati bukan sekadar soal bisnis. Ia juga memberdayakan 13 perempuan yang menjadi korban kekerasan perempuan dan anak di Jombang sebagai karyawan. “Selain membantu keluarga, saya juga ingin usaha ini memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga :Disnaker Monev dan Sosialisasi Penerapan UMK Kabupaten Kediri 2025
Dalam sehari, usaha rumahan ini mampu meraup omzet hingga Rp 3 juta. “Peningkatan pesanan saat libur seperti ini sangat membantu ekonomi keluarga,” tambahnya.
Seorang pembeli, Nur Fadilah, mengaku sering memesan kue bolen ini untuk oleh-oleh. “Rasanya enak, harganya terjangkau, dan saya juga senang karena membeli produk ini berarti ikut mendukung pemberdayaan perempuan,” katanya.
Baca Juga :Tiga Ton Sampah Dibersihkan Petugas Kebersihan DLH Kabupaten Kediri usai Gelaran Pesta Kembang Api
Dengan kualitas rasa dan komitmen sosialnya, usaha Suciati menjadi bukti bahwa momen liburan tak hanya membawa peluang ekonomi, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang.



















