Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo, angkat bicara terkait adanya sejumlah hewan ternak yang mati secara mendadak di Desa Jimbe dan Plalangan, Kecamatan Jenangan.
Baca Juga :Ungkap Perdagangan Bayi, Kapolres Batu: Dijual Rp 19 Juta Per Bayi
Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (PKHP), Dipertahankan, Siti Barokah menyebut, kematian tersebut memang disebabkan oleh virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal tersebut diketahui setelah pihaknya mengambil sampel sapi yang mati.
“Memang hasilnya positif PMK, itu sesuai dengan hasil tes,” ungkap Siti Barokah, kepada wartawan, Kamis (2/1/2025).
Namun, Siti Barokah menyebut, dari data yang ia miliki baru ada satu ternak sapi yang mati karena PMK. Sedangkan kasus yang berada di Desa Jimbe dan Plalangan pihaknya mengklaim belum menerima laporan.
Baca Juga :Polres Batu Ungkap Perdagangan Bayi Jaringan Nasional
“Kalau yang terakhir dilaporkan di Jimbe dan Plalangan itu positif PMK. Nah untuk yang Jimbe Jenangan itu tidak ada kematian, mungkin data itu dilaporkan tidak ke kita, jadi selama laporan itu dilaporkan ke kita pasti ada tindalanjutnya,” jelasnya.



















