Karhutla 13 kali, pohon 10 kali, kandang 7, kendaraan 6, kantor 1 dan kabel 5 objek. Sementara untuk total korban ada 5 orang dengan kerugian material total Rp 2.330.850.000.
Baca Juga :Sebulan Belasan Kasus TBC Ditemukan, Dinkes Kabupaten Blitar Catat Sebanyak 93 Penderita Meninggal
“Kalau ditinjau peristiwa per-bulan, Oktober paling banyak dengan jumlah 17 kali kebakaran. Sementara kejadian terendah pada Maret, April dan Desember dengan jumlah masing-masing 2 kali kejadian,” imbuhnya.
Sementara jika ditinjau dari penyebab terjadinya kebakaran, faktor kelalaian paling mendominasi dengan jumlah 55 kali peristiwa kebakaran. Kemudian korsleting listrik sebanyak 26 kali dan 3 tabung gas bocor.
Baca Juga :Penemuan Tulang di Galian Fondasi Bukan Milik Manusia, Ini Penjelasan Satreskrim Polres Kediri
Untuk capaian layanan SPM Sub Urusan Kebakaran, Wasis menyebut jumlah pemadaman yang memenuhi respons time sebanyak 58 kali. Sementara untuk capaian SPM 69,05 persen.
“Mari dari peristiwa-peristiwa itu kita ambil pelajaran bersama sehingga segala potensi yang bisa memicu terjadinya kebakaran dapat diminimalisir,” pungkasnya.



















