Blitar, SEJAHTERA.CO – Kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Blitar mengalami kenaikan. Tahun 2024 kemarin ada tren peningkatan kasus dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga:Perbaikan Jalan Terdampak Longsor, Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung: Butuh Rp 7 M
Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi mengatakan, sudah ada puluhan orang meninggal dunia karena penyakit ini.
“Iya setiap tahun ada kasus TBC. Bahkan terhitung Januari hingga Desember 2024 ini, ada 93 kasus TBC yang berakhir dengan meninggal,” katanya, Senin (30/12/2024).
Baca Juga:Angka Kecelakaan Turun, Satlantas Polres Tulungagung Petakan Titik Rawan Kecelakaan
Eko menjelaskan sebanyak 93 kasus TBC yang berakhir dengan meninggal itu telat penanganan. Artinya dibawa ke layanan kesehatan dalam kondisi parah. Padahal, jika diketahui dini, TBC bisa disembuhkan.
Hanya saja, pengobatannya membutuhkan waktu yang lama. “TBC bisa disembuhkan, kuncinya pengobatannya tak putus,” katanya.
Baca Juga:Program MBG Perlu 60 Dapur Sehat, Ini Kata Komandan Kodim 0802/Ponorogo
Dia menambahkan, berdasarkan data; sejak Januari hingga Desember 2024, ada setidaknya kasus TBC sebanyak 11.490. Hanya saja, belasan kasus itu masih suspek. Setelah dilakukan pendalaman lagi, ternyata ada 1.377 yang statusnya positif.



















