Kediri, SEJAHTERA.CO -Meningkatnya jumlah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Kediri menjadi perhatian khusus Pemkab Kediri. Terkait hal ini, Pemkab Kediri mengadakan rapat koordinasi gugus tugas (gugas) penanganan PMK di Kabupaten Kediri 2024, Rabu (8/1/2024) siang.
Baca Juga :Kasus PMK Meluas, Pemkab Kediri Rencanakan Penutupan 5 Pasar Hewan
Hadir di rakor ini, Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana, Wakil Bupati,Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, Dr. Mohamad Solikik Sekda Kabupaten Kediri, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Aji, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama, AKP Barkah Perwakilan Polres Kediri, Danang dari DPRD Kabupaten Kediri dan perwakilan kejaksaan negeri Kabupaten Kediri.
Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana menyampaikan data PMK per Senin (8/1/2025) ada 447 kasus, 293 ekor sapi sakit, 126 ekor sapi sembuh dan 24 ekor sapi mati. Sebaran PMK hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri.
Baca Juga :Sekitar 42 Persen Kasus DBD Menjangkit Pelajar, Ini Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek
“Penanganan kasus PMK di Kabupaten Kediri perlu tindakan serius lebih dalam lagi. Dengan maksud penyebaran PMK tidak meluas. Karena penyebaran meluas cepat dan penanganya kita juga perlu cepat” katanya.



















