Di samping itu, dampak positif beroperasionalnya Jembatan Semampir kembali pada umumnya dapat meminimalisir kemacetan.
Kanit Turjagwali Satlantas Polres Kediri Kota membenarkan, penumpukan volume kendaraan baik Jembatan Brawijaya maupun Bandar Ngalim, dan Jembatan Jongbiru tidak padat seperti sebelumnya.
“Kalau ada dan tidaknya penutupan maupun perbaikan, itu tergantung pihak pengelola jembatan. Pastinya kita akan membantunya,” ungkap Iptu Murnianto.
Baca Juga :Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Blitar Terpilih Tanpa Dihadiri Petahana
Sebelumnya, petugas memasang portal sebagai upaya untuk pembatasan kendaraan yang bisa melintas di Jembatan Semampir pada Kamis (28/10/2024) pukul 00.00 WIB.
Portal itu memberi batasan maksimal kendaraan yang melintas dengan ketinggian 2,10 meter dan beban kendaraan maksimal 8 ton. Walaupun Jembatan Semampir sudah dibuka, ada pemasangan portal atau pembatasan dari arah barat maupun timur Jembatan Semampir.
Adapun kendaraan yang bisa melintas jembatan tersebut yakni roda dua dan roda empat ataupun kendaraan yang memiliki ketinggian tidak melebihi atau maksimal 2,10 meter. Artinya kendaraan di bawah ketinggian tersebut bisa melintas Jembatan Semampir.
Penutupan sementara Jembatan Semampir dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketahanan struktur jembatan dalam menahan beban kendaraan.
Uji pembebanan beberapa waktu lalu merupakan langkah awal sebelum rencana pembangunan ulang jembatan yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025.
Namun demikian, Kementerian PU memastikan Jembatan Semampir masih layak digunakan atau dilewati kendaraan.



















