Kiai Diduga Lecehkan Dua Santri Wati, Korban Masih Kelas 3 Sekolah Dasar

Kiai Diduga Lecehkan Dua Santri Wati, Korban Masih Kelas 3 Sekolah Dasar
Terduga Pelaku.

Nganjuk, SEJAHETRA.CO – Seorang yang disebut Kiai berinisial MA, pemilik Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di salah satu desa di Kecamatan Ngronggot diduga melecehkan santrinya sendiri. Santriwati itu dilecehkan saat menuntut ilmu di madrasah miliknya sendiri.

Baca Juga :Jelang Ditutup, Pendaftar PPPK Gelombang 2 Kota Blitar Tembus Ratusan

Kabar itu mencuat setelah viral di media sosial Facebook, Selasa (14/1/2025). Sebuah flayer bertuliskan narasi dugaan pelecehan santri oleh Kiai beredar luas. Narasi itu berbunyi:

Read More

“Kiai pondok diduga melecehkan dua santriwati, diminta memainkan P. Di Dusun Pagak, Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Pelaku merupakan Kiai Pondok yang ada di dusun tersebut. Dan korban merupakan perempuan kelas 3 SD yang menjadi santriwati di pondoknya. Ketika melakukan hal bejatnya, pelaku menyuruh korban untuk masuk ke dalam kamar, kemudian menyuruh korban untuk menanggalkan pakaian dan memainkan penisnya sampai keluar. Korban juga memiliki kakak perempuan yang sudah lulus SD dan pernah mondok disana yang mengalami kejadian serupa. Masyarakat yang tau hal tersebut pun diam dan tidak berani karena pelaku dianggap orang alim dan terpajang, masih sempat mengisi pengajian dan menjadi imam sholat walaupun berita sudah tersebar. Pelaku juga sempat dimintai keterangan langsung oleh orang tua korban, dan pelaku mengakui telah melakukan hal bejat tersebut, namun berkilah bahwa dia tidak sampai melakukan perbuatan intim”

Baca Juga :Jelang Ditutup, Pendaftar PPPK Gelombang 2 Kota Blitar Tembus Ratusan

Hal itu dibenarkan Kepala Desa (Kades) Cengkok, Ahmad Kamsuri. Dia mengatakan, saat ini kasus itu sedang dibahas oleh warga sekitar di balai desa. Yang hadir para perangkat desa, tokoh masyarakat dan RT/RW, tanpa menghadirkan terduga pelaku.

Kades mengatakan, menurut keterangan keluarga korban dugaan pencabulan sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, namun baru terungkap sekarang. Setelah salah satu korban membuat pengakuan, akhirnya semua terkuak.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *