“Tadi pagi sudah naik jadi Rp21 ribu. Berat, tapi saya tidak berani menaikkan harga jual makanan. Takut nggak laku. Harapannya, harga bisa normal lagi,” imbuhnya.
Baca Juga :Perkuat Ketahanan Pangan di Momentum Hari Desa Nasional
Di sisi lain, Zaninal Abidin salah satu pemilik pangkalan mengungkapkan jika pasca-kenaikan stok elpiji tetap aman dan tercukupi. Meskipun, banyak pelanggan yang memprotes kenaikan ini.
“Banyak yang protes karena kenaikan HET ini, tapi kalau yang beli masih ramai karena memang butuh” jelas Zainal.
Sebagai informasi, HET elpiji 3 kilogram di Kabupaten Ponorogo naik dari sebelumnya Rp16 ribu menjadi Rp18 ribu per tabung sejak ditetapkan pada 15 Januari 2025 kemarin.
Baca Juga :Korsleting pada Aki, Mobil Corolla di Blitar Ludes Tinggal Kerangka Dilalap Api
Warga berharap pemerintah dapat segera mengendalikan harga bahan bakar subsidi tersebut agar tidak semakin memberatkan masyarakat kecil.



















