Jombang, SEJAHTERA.CO – Sepekan terakhir ini, masyarakat Kabupaten Jombang digegerkan adanya dua kasus penemuan bayi terlantar diduga ditinggalkan orang tuanya.
Kasus penemuan bayi itu mendapatkan perhatian serius dari Ana Abdillah, Direktur Women’s Crisis Centre (WCC) Jombang bahwa fenomena ini semakin banyak terjadi, terutama melibatkan bayi korban kehamilan tidak diinginkan (KTD).
Menurut Ana menyoroti salah satu faktor utama adalah situasi sulit yang dihadapi perempuan, terutama yang tidak mendapatkan dukungan dari pasangan atau keluarga.
Baca Juga :Hasil Laboratorium Keluar, Satreskrim Polres Ponorogo Naikkan Kasus Keracunan Masal ke Penyidikan
“Kehamilan tidak diinginkan sering kali menjadi beban psikologis dan finansial yang berat,” ungkap Direktur WCC Jombang, Jumat (7/2/2025).
Ana Abdillah juga menekankan bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kondisi ekonomi yang sangat terbatas sering membuat perempuan terpaksa membuang bayinya.
“Minimnya pemahaman tentang fasilitas sosial seperti panti asuhan atau lembaga kesejahteraan sosial lainnya juga menjadi penyebab utama,” urainya.



















