Adanya infeksi pada telinga biasanya terjadi karena batuk pilek yang cukup lama, sehingga infeksi itu masuk ke area telinga dan melubangi gendang telinga anak. Pada kondisi ini, siswa yang mengalami infeksi pada telinganya itu lantas direkomendasikan untuk segera mendapatkan perawatan Telinga Hidung Tenggorokan (THT).
Baca Juga :Harga Telur di Ponorogo Naik Ugal-ugalan, Masyarakat Pilih Beli Langsung dari Peternak
“Antara telinga dan mulut itu ada saluran yang terhubung, sehingga ketika batuk dan pilek selama seminggu dan tidak kunjung sembuh, infeksinya akan berdampak pada telinga dan melubangi gendang telinga, sehingga telinga bernanah. Pada kondisi ini, biasanya pendengaran mulai berkurang,” ungkapnya.
Mundir menyebut, permasalahan kesehatan telinga pada anak biasanya kerap berdampak pada masalah akademis yang diakibatkan pendengarannya berkurang. Maka dari itu, pihaknya pun menyarankan agar anak-anak di Tulungagung rutin melalukan pemeriksaan maupun membersihkan telinga.
Meski begitu, sebenarnya terdapat lima faktor gangguan pendengaran, seperti gangguan pendengaran sejak lahir, Kopokan/congek (Infeksi telinga), akibat suara keras, telinga kotor maupun faktor usia (Pendengaran menurun). Namun mayoritas kasus gangguan pendengaran di Tulungagung karena faktor usia.
Baca Juga :Lima Persen PJU di Ponorogo Rusak Tiap Bulan, Dishub Siagakan Patroli Malam
“Kami sarankan agar setiap orang terutama anak usia pelajar itu rutin melakukan pemeriksaan telinga. Meskipun kebanyakan kasus gangguan pendengaran di Tulungagung itu akibat usia, sehingga pendengaran mulai menurun,” pungkasnya.



















