Mahasiswa STIT-UW Jombang Diwajibkan Menulis Al-Qur’an 30 Juz dengan Tangan

Mahasiswa STIT-UW Jombang Diwajibkan Menulis Al-Qur’an 30 Juz dengan Tangan
Mahasiswa STIT-UW Jombang tengah menulis ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari tugas wajib menulis 30 juz dengan tangan. Program ini diterapkan untuk memperdalam pemahaman dan kedekatan mahasiswa dengan kitab suci. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Urwatul Wutsqo (STIT-UW) Jombang memiliki metode pembelajaran unik untuk mendekatkan mahasiswanya dengan kitab suci Al-Quran.

Kampus berbasis pesantren ini mewajibkan seluruh mahasiswa menulis ayat Al-Quran 30 juz dengan tangan sebagai salah satu syarat kelulusan.

Metode ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya membaca dan menghafal Al-Quran, tetapi juga memahami isinya secara lebih mendalam.

Read More

Kampus yang berlokasi di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ini ingin memastikan bahwa setiap lulusannya memiliki kedekatan spiritual yang kuat dengan kitab suci.

Baca Juga :Tradisi Unik Ponpes Mambaul Hikam, Salat Tarawih Super Cepat Kilat , Salat 23 Rakaat hanya 10 Menit, Dimulai sejak 1907 Silam

Sistem pembelajaran ini dilakukan secara bertahap selama delapan semester. Pada semester pertama, mahasiswa menulis Juz 1 dan Juz 30, kemudian 28 juz lainnya dibagi rata mulai semester dua hingga semester tujuh, dengan target empat juz per semester.

Menurut Solechan, Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STIT-UW Jombang, metode ini selaras dengan visi-misi kampus sebagai pusat perjuangan Al-Quran.

“Mahasiswa diwajibkan menulis Al-Quran agar lebih memahami dan mengingat ayat yang telah dihafalkan. Dengan menulis, mereka tidak hanya sekadar hafal, tetapi juga memiliki keterampilan menulis Al-Quran dengan benar,” jelasnya, Rabu (5/3/2025).

Para mahasiswa diberikan kebebasan untuk menyelesaikan tugas ini di sela-sela waktu luang mereka. Meskipun tampak berat, mereka menganggap metode ini sebagai tantangan sekaligus pengalaman berharga.

Baca Juga :Kasus Nonjob Kepala DLH, Bupati Ponorogo: Belum Saya Baca Surat Sanggahannya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *