Selain program menulis Al-Quran, STIT-UW Jombang juga menerapkan Metode Qurani, sebuah pendekatan khusus yang dirancang untuk membantu mahasiswa membaca dan memahami Al-Quran dengan mudah.
“Di sini, selain kampus, ada juga pondok pesantren yang menerapkan Metode Qurani. Metode ini tidak hanya mengajarkan membaca, tetapi juga memahami isi Al-Quran secara mendalam,” tutur Solechan.
Metode ini telah diterapkan selama bertahun-tahun dan diyakini memberikan manfaat besar bagi mahasiswa. Kampus berharap program ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan pemahaman Al-Quran yang kuat, tetapi juga dapat disebarluaskan ke masyarakat setelah mereka lulus.
“Kami ingin membekali para mahasiswa dengan kemampuan yang jarang ditemukan di kampus lain. Ketika mereka lulus, kami berharap mereka bisa menyebarluaskan ilmu ini kepada masyarakat,” tandasnya.
Baca Juga :Dampak Efisiensi Anggaran, Pemkot Batu Tunggu Instruksi Kepastian THR
Sementara Faiqoh Nur Laili Azis, salah satu mahasiswa STIT-UW Jombang, mengaku senang dengan metode pembelajaran ini karena membantu meningkatkan pemahaman terhadap Al-Quran.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat senang. Dengan menulis, saya bisa sekaligus membaca dan lebih memahami isi Al-Quran. Selain itu, kami diberikan waktu untuk menulis di luar jam kuliah, sehingga tidak terasa berat,” ungkapnya.
Kampus juga menegaskan bahwa penyelesaian tugas ini merupakan syarat wajib untuk mendapatkan ijazah. Jika mahasiswa tidak menyelesaikan penulisan 30 juz, maka ijazah mereka tidak akan diberikan.
Baca Juga :Pesantren Tebuireng Jombang Jaga Warisan Kitab KH Hasyim Asy’ari
“Sudah diwajibkan sejak awal masuk. Jika tidak selesai, ijazah tidak akan keluar, jadi mahasiswa harus menyelesaikannya terlebih dahulu,” tutup Rohmadi, salah satu alumni STIT-UW Jombang.



















