Dikarenakan pemuda itu melawan, petugas lantas melakukan evakuasi secara paksa terhadap pemuda tersebut dengan segera dibawa ke Mako Damkar Tulungagung untuk dimintai keterangan.
Saat dilakukan pendalaman, awalnya pemuda tersebut hanya bungkam, hingga akhirnya yang bersangkutan menceritakan alasannya duduk di rel kereta itu yang ternyata dilakukan secara sengaja oleh pemuda itu.
Sesuai pengakuan pemuda itu, petugas menduga jika yang bersangkutan mengalami depresi setelah mengalami putus cinta dengan kekasihnya.
“Awalnya tidak mau berbicara, setelah dibujuk oleh petugas kami, yang bersangkutan akhirnya mau bercerita dan ternyata dirinya baru saja mengalami putus cinta dengan kekasihnya. Kemungkinan depresi,” ungkapnya.
Setelahnya, jelas Bambang, petugas Damkar Tulungagung lantas berkoordinasi dengan petugas TNI dan Polri setempat untuk mengantarkan pemuda tersebut ke rumahnya untuk diserahkan kepada anggota keluarganya.
Baca Juga :Eratkan Sinergi Jaga Kamtibmas, Kapolres Lamongan Silaturahmi ke Tokoh Agama
Bahkan anggota keluarga pemuda tersebut merasa terkejut jika yang bersangkutan rupanya hendak melakukan aksi bunuh diri.
Pasalnya, sebelum keluar rumah, pemuda tersebut sempat berpamitan dengan keluarganya jika dirinya hendak berangkat kerja, dimana dirinya sehari-hari bekerja pada salah satu tempat konveksi di Tulungagung.
Pihak keluarga juga tidak mengetahui jika yang bersangkutan mengalami depresi atas masalah yang tengah dialami pemuda tersebut.
“Informasi dari keluarganya, dirinya terlihat baik-baik saja di rumah dan tidak menunjukkan gelagat aneh. Saat ini yang bersangkutan sudah kami serahkan ke keluarganya dan kami meminta agar pihak keluarga menjaganya secara ketat,” pungkasnya.



















