Blitar, SEJAHTERA.CO – Rencana Pemkot Blitar menurunkan tarif parkir sepeda motor semula Rp 2 ribu menjadi Rp 1.000 tak berjalan mulus. Sebagian juru parkir menolak rencana dengan alasan khawatir kesejahteraannya bakal terpengaruh.
Kepala Dinas Perhubungan atau Dishub Kota Blitar, Juari mengakui, ada sebagian jukir di Kota Blitar yang menolak rencana penurunan tarif. Alasannya karena berkaitan dengan pendapatan yang bakal diterima nantinya.
“Iya, ada yang menemui kami. Intinya mengkritisi soal rencana penurunan tarif parkir untuk sepeda motor,’ kata Juari, Kamis (29/5/2025).
Baca Juga :Gratis Biaya Retribusi Potong Hewan di RPH Kota Blitar selama Idul Adha
Dia mengatakan, rencana itu memang disuarakan Pemkot Blitar melalui wali kota. Alasan penurunan itu karena ada warga yang keberatan dengan tarif Rp 2 ribu.
Atas penolakan, dishub pun menindaklanjutinya dengan meneruskannya ke wali kota. Nantinya, aspirasi dari para jukir sendiri bakal dibahas.
“Intinya, kami menerima masukan dari para jukir. Ini kan masih rencana. Nanti akan kami sampaikan ke pimpinan,’ janji Juari.
Sementara itu, perwakilan juru parkir Kota Blitar, Trisna Nurcahyo mengakui datang dishub. Kendatangannya menyampaikan aspirasi mayoritas para jukir. Mereka mengakui resah dengan rencana penurunan tarif parkir untuk sepeda motor.



















