Baca Juga :Polres Kediri Kota Pastikan Keamanan Peringatan Kenaikan Isa Almasih, Gereja Disterilisasi
Mereka juga diperkenalkan dengan teknik merobohkan hewan menggunakan tali khusus, yang dinilai lebih aman dan tidak menyiksa dibanding metode konvensional seperti penjepitan dengan bambu.
Arisfian, salah satu pemateri, menunjukkan cara melilitkan dan menarik tali secara efisien agar hewan berada dalam posisi yang tepat untuk disembelih.
“Kita tinggalkan metode lama yang menyakiti hewan. Pakai tali jauh lebih manusiawi dan tetap efektif,” jelasnya.
Materi pelatihan juga diperkuat dengan tayangan video edukatif yang menunjukkan kesalahan-kesalahan umum dalam penyembelihan. Nurcholis, instruktur lainnya, menekankan pentingnya mencegah stres pada hewan, termasuk tidak menyembelih di depan hewan lain dan menjaga suasana tetap tenang.
Baca Juga :Gratis Biaya Retribusi Potong Hewan di RPH Kota Blitar selama Idul Adha
“Hal-hal kecil seperti ini sering diabaikan, padahal berdampak besar pada kualitas daging dan etika penyembelihan,” katanya.
Pelatihan ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Kediri sebagai bentuk komitmen dalam membina para juru sembelih yang profesional, bertanggung jawab, dan sesuai syariat.
Diharapkan, para peserta mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh saat hari kurban tiba, sehingga ibadah qurban tidak hanya sah, tetapi juga mencerminkan prinsip halal dan thayyib



















