Ia melanjutkan dengan memaparkan komitmen Pemkab Lamongan dalam memfasilitasi pengembangan ekonomi. Ini termasuk fasilitasi ekspor yang telah mencapai nilai Rp20,7 triliun.
Sektor UMKM juga menunjukkan kemajuan signifikan, dengan sebelas produk UMKM yang lolos kurasi di berbagai pameran bergengsi, enam produk UMKM berhasil menembus business matching dengan mitra dari Hong Kong, dan sepuluh produk UMKM lokal yang kini dipasarkan melalui jaringan ritel nasional Alfamart.
Sebagai bentuk komitmen, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bahkan telah mengeluarkan Surat Edaran yang mengimbau seluruh instansi pemerintah dan sektor swasta untuk memprioritaskan penggunaan produk UMKM lokal demi mendorong ekosistem UMKM yang lebih kokoh.
Baca Juga :Usia Satu Bulan, Tanaman Tembakau di Jati Kediri Terendam Air Hujan
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, Etik Sulistyani, menambahkan bahwa sebanyak 466 peserta mengikuti online session pada tanggal 11 dan 12 Juni ini.
Dari jumlah tersebut, 78 persen diantaranya sudah memilik bisnis, sementara 22 persen masih memilik ide bisnis .
“Setelah online session ini akan diambil 200 peserta yang memenuhi kriteria, dan akan lanjut mengikuti offline session nanti,” jelas Etik.
Etik juga mengungkapkan keberhasilan program Megprenuer batch satu dan dua sebelumnya dalam mencetak jiwa bisnis generasi muda.
Baca Juga :Polres Madiun Kota Ciduk 2 Pelaku TPPO, Kasat Reskrim Ini Modusnya
Selain sukses menjalankan bisnisnya, beberapa peserta dari batch sebelumnya bahkan telah menjadi mentor kewirausahaan. Hal ini menunjukkan dampak positif program dalam menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di Lamongan.



















