Boyong Pemerintahan Brebek Nganjuk, Sakral, Meriah, dan Sarat Makna Sejarah

Boyong Pemerintahan Brebek Nganjuk, Sakral, Meriah, dan Sarat Makna Sejarah
Oplus_16777216

Baca Juga :Anak Usia 3 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia usai Hanyut di Sungai Widas

Bupati Nganjuk Drs. Marhaen Djumadi, dalam sambutannya mengatakan
“Ini bukan sekadar prosesi, tapi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan jati diri daerah. Kita harus terus menjaga akar budaya di tengah kemajuan,” ujar Bupati Marhaen.

Sementara itu dalam sambutannya Kepala Dinas Kebudayaan Sri Handariningsih berharap tradisi Boyong dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan dan magnet wisata budaya Nganjuk.

Read More

Rangkaian peringatan dimulai Rabu malam (11/6/2025) dengan prosesi Bedhol Pusaka, dilanjutkan Kamis siang dengan Kirab Boyong dan Sedekah Bumi berupa gunungan dari 20 kecamatan sebagai simbol syukur atas hasil bumi dan harapan kemakmuran.

Acara diikuti Forkopimda, kepala OPD, camat, Kemenag, Dinas Pendidikan, BUMN, BUMD, budayawan, hingga masyarakat umum. Sedangkan Pendanaan berasal dari DPA Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Nganjuk Tahun Anggaran  2025, “ jelas Sri Handariningsih

Momentum ini menjadi sarana pelestarian budaya, mempererat kebersamaan warga, sekaligus pengingat perjuangan para leluhur dalam membangun pemerintahan yang berdaulat.(lkw)
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *