Baca Juga :Anak Usia 3 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia usai Hanyut di Sungai Widas
Bupati Nganjuk Drs. Marhaen Djumadi, dalam sambutannya mengatakan
“Ini bukan sekadar prosesi, tapi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan jati diri daerah. Kita harus terus menjaga akar budaya di tengah kemajuan,” ujar Bupati Marhaen.
Sementara itu dalam sambutannya Kepala Dinas Kebudayaan Sri Handariningsih berharap tradisi Boyong dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan dan magnet wisata budaya Nganjuk.
Rangkaian peringatan dimulai Rabu malam (11/6/2025) dengan prosesi Bedhol Pusaka, dilanjutkan Kamis siang dengan Kirab Boyong dan Sedekah Bumi berupa gunungan dari 20 kecamatan sebagai simbol syukur atas hasil bumi dan harapan kemakmuran.
Acara diikuti Forkopimda, kepala OPD, camat, Kemenag, Dinas Pendidikan, BUMN, BUMD, budayawan, hingga masyarakat umum. Sedangkan Pendanaan berasal dari DPA Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Nganjuk Tahun Anggaran 2025, “ jelas Sri Handariningsih
Momentum ini menjadi sarana pelestarian budaya, mempererat kebersamaan warga, sekaligus pengingat perjuangan para leluhur dalam membangun pemerintahan yang berdaulat.(lkw)
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin



















