“Tim FPRB khawatir jika sampai material longsor dan juga pohon ikut terbawa banjir, bisa mengakibatkan bendungan lokal yang berpotensi rusak dan banjir bandang terjadi dan hal ini sering terjadi,” katanya, Minggu (15/6/2025).
Kamid mencontohkan, warga Desa Cerme sering memantau langsung kondisi debit air sungai setiap hujan datang. Ketika ada sampah barongan bambu, warga langsung bersihkan sampah tersebut agar air tidak tersumbat dan sebabkan air meluap hingga menggenangi jalan.
Baca Juga :Evaluasi Berlanjut, Riyatno Abiyoso Hingga Osumane Fane Dipastikan Tak Perkuat Persik Kediri
“Tokoh masyarakat Desa Cerme gerak cepat bersihkan Dam Kalikandang yang sering tersumbat sampah bambu dan sampah lainnya. Ini harus dilakukan sebagai upaya pengurangan risiko bencana,” imbuhnya.



















