Masuk FACD sejak November 2024, Parisya memulai latihan tanpa latar belakang atletik. Mantan siswa MAN 1 Jombang itu kini kuliah di Surabaya dan berlatih hingga 10 jam per hari, menembakkan ratusan anak panah tiap sesi.
“FACD bukan sekadar klub, tapi keluarga. Di sini saya belajar teknik dan karakter: sabar, tangguh, fokus,” ujar Parisya, yang bercita-cita jadi dokter gigi.
Zulfani menambahkan, kunci prestasi juga terletak pada manajemen hidup, termasuk asupan nutrisi dan disiplin tidur. “Kalau ada dukungan semangat dan fasilitas yang memadai, Jombang bisa jadi lumbung juara,” tegasnya.
Ketua Umum KONI Jombang, Sumarsono, turut mengapresiasi capaian tersebut dan berharap hal ini memotivasi cabor lain. “Terus semangat. Bagi yang belum berhasil, mari siapkan diri menatap Porprov dua tahun mendatang,” ujarnya.



















