Baca Juga :Sekolah Rakyat Mulai 14 Juli 2025, Pemkab Jombang Gelar Rakor Persiapan
Atas dasar tersebut, Dispertan Tulungagung kemudian perupaya untuk kembali mengusulkan bantuan irigasi perpompaan kepada Pemerintah Pusat.
Dalam upaya ini, diketahui pihaknya telah mengusulkan sebanyak 200 unit pompa submersible untuk nantinya ditempatkan di seluruh wilayah Tulungagung.
“Tahun ini kami kembali mengusulkan bantuan pompa air submersible untuk irigasi perpompaan kita sebanyak 200 unit kepada Pemerintah Pusat. Itupun nanti tergantung Pemerintah Pusat menyetujui berapa,” ungkapnya.
Suyanto menyebut, permohonan bantuan pompa air ini dilakukan lantaran Pemkab Tulungagung sendiri tengah menjalankan efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden.
Hal ini membuat Dispertan Tulungagung tidak mampu membeli satu unit pompa air, lantaran memerlukan biaya kurang lebih Rp150 juta per unit.
Baca Juga :Petani Apel Kota Batu Mulai Alih Fungsi Lahan, Pohon Tua Ditebang, Sayuran jadi Alternatif
Selain itu, demi menunjang produksi hasil panen, pihaknya juga tengah mengusulkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) seperti traktor, mesin pemotong padi dan mesin perontok padi.
Itu karena selain soal irigasi perpompaan, petani di Tulungagung juga membutuhkan alsintan dengan kebutuhan yang terbilang besar.
“Kalau pakai alsintan, produksi kita bisa lebih cepat. Kami masih mengusulkan, apakah nanti disetujui atau tidak, kami tidak tahu, yang penting sudah mengusulkan,” pungkasnya.



















