Minimnya fasilitas ini diduga turut mempengaruhi rendahnya angka pendaftar siswa baru, yang tahun ini hanya berjumlah empat anak.
Puji menyebut bahwa penataan ulang ruang belajar dilakukan semata-mata demi keselamatan siswa.
“Kalau misalnya terjadi apa-apa di ruang rusak, yang repot tidak hanya sekolah, tapi juga keluarga siswa. Maka harus dikosongkan,” katanya.
Baca Juga :Sekolah Rakyat Jombang Resmi Berjalan, Begini Penjelasan Kepala Sekolah
Ia menambahkan, setelah masa MPLS selesai, pihaknya akan menyiasati pembelajaran formal dengan berbagai alternatif, termasuk memanfaatkan sekat, tirai, bahkan kain atau banner untuk membagi ruangan secara fungsional.
“Kami usahakan tetap berjalan. Kalau perlu, pakai tirai atau kain seadanya untuk membagi ruangan. Yang penting anak-anak tetap bisa belajar dengan aman,” pungkas Puji.



















