“Alhamdulillah, semalam prosesi jamasan berlangsung lancar hingga dini hari. Selain pusaka Kyai Gadakan, ada lebih dari 200 pusaka lain yang ikut dijamas,” katanya.
Baca Juga :Jenazah Pekerja Magang Asal Ponorogo Dipulangkan dari Jepang, Hak Asuransi Masih Diproses
Jeje menambahkan, pusaka-pusaka yang dijamas tidak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga dari Sidoarjo, Jombang, Malang, hingga Jakarta. Hal ini mencerminkan antusiasme masyarakat dalam melestarikan budaya leluhur.
Yang menarik, peserta acara ini bukan hanya dari kalangan sepuh. Generasi muda juga turut hadir dan terlibat aktif dalam prosesi budaya ini.
“Ini yang menggembirakan. Banyak anak muda yang mau belajar dan melestarikan budaya,” pungkas Jeje.
Penyelenggara berharap jamasan pusaka ini terus menjadi jembatan antar generasi, agar kecintaan terhadap warisan budaya tidak luntur oleh zaman.



















