“Bentuknya memang menyerupai granat, tapi untuk kepastian dan proses disposal sepenuhnya ditangani Jibom Polda Jatim. Kami hanya memastikan area tetap steril hingga proses evakuasi selesai,” ujarnya.
Baca Juga :Antisipasi Longsor, Warga Selopanggung Kerja Bakti Bareng Bhabinkamtibmas dan Babinsa
Roichan menambahkan, garis polisi sudah dipasang sejak awal agar masyarakat tidak mendekati lokasi penemuan. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada aktivitas berbahaya selama proses berlangsung.
Benda diduga granat tersebut pertama kali ditemukan pada Rabu (30/7/2025) sekitar pukul 15.00 WIB oleh seorang pekerja bangunan yang tengah merenovasi rumah.
Awalnya, benda itu hendak dijual sebagai besi tua, namun akhirnya dilaporkan ke polisi pada Kamis (31/7/2025) setelah dicurigai sebagai bahan peledak.
Baca Juga :Bupati Marhaen Imbau Warga Nganjuk Pasang Dekorasi dan Ikut Hening Cipta di HUT ke-80 RI
Saat ini, benda tersebut berada dalam penanganan Jibom Gegana untuk identifikasi lebih lanjut di lokasi disposal yang ditentukan Polda Jatim. Pihak berwenang belum memastikan apakah benda itu merupakan granat aktif atau bukan.



















