Sementara itu, penjaga toko bernama Alia Alma mengaku bendera tersebut sudah dipasang selama tiga hari oleh pemilik toko. Ia tidak mengetahui alasan pemasangan dan hanya menjalankan tugas sebagai penjaga.
“Benderanya bergambar bajak laut dari One Piece. Sudah diturunkan setelah dijelaskan oleh petugas. Saya juga tidak tahu kenapa dipasang, itu majikan saya yang pasang,” jelasnya.
Kepala Desa Bulu Kidul, Sayuk Prawirohusodo, turut menanggapi insiden ini. Ia berencana mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh RT agar tidak sembarangan mengibarkan bendera non-resmi.
Baca Juga :Kampret Blitar, Komunitas Penghobi Ikan yang Jadi Penjaga Sungai
“Kami akan mengimbau seluruh warga agar menjaga kekhidmatan suasana HUT RI. Jangan sembarangan mengibarkan simbol yang bisa menimbulkan tafsir negatif,” kata Sayuk.
Sebagai informasi, simbol bajak laut dari anime One Piece belakangan dikaitkan dengan bentuk protes sosial di beberapa wilayah. Beberapa pihak menilai pengibaran bendera tersebut sebagai sindiran terhadap kondisi sosial yang ada.



















