“Hal ini membuktikan Unisda mampu menjadi kampus yang berinovasi, membuka ruang kolaborasi lintas daerah dan lintas negara,” ujarnya.
Hafidh juga menyampaikan bahwa para kepala desa mitra memberikan apresiasi besar terhadap karya mahasiswa Unisda yang dinilai memberi solusi nyata di bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, dan pelestarian lingkungan.
Selain itu, Unisda baru saja melaksanakan Assessment Lapangan (AL) untuk sejumlah program studi dan mendapatkan penilaian positif dari para asesor.
Baca Juga :Dharma Wanita Persatuan Kota Kediri Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Jalan Sehat dan Lomba Hiburan
Capaian ini menjadi modal penting bagi Unisda untuk meraih predikat kampus unggul pertama di Lamongan.
“Inovasi yang kita hadirkan melalui gelar karya ini, ditambah capaian positif dari proses AL, adalah fondasi kuat bagi masa depan Unisda dan desa-desa mitra yang lebih mandiri.
Semoga pada wisuda tahun berikutnya, Unisda resmi menyandang predikat kampus unggul pertama di Lamongan,” tambahnya.
Gelar karya ini juga menandai pentingnya sinergi berkelanjutan. Koperasi Merah Putih menjadi mitra strategis yang akan membantu memasarkan produk inovasi mahasiswa, memastikan karya-karya tersebut tidak hanya berhenti sebagai prototipe, tetapi benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang luas.



















