Baru 3 Pekan, Siswa Sekolah Rakyat Mulai Homesick dan Rindu Suasana Rumah

Baru 3 Pekan, Siswa Sekolah Rakyat Mulai Homesick dan Rindu Suasana Rumah
Ratusan murid SR saat mengikuti lomba tradisional menyambut HUT RI ke 80.(sejahtera.co)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Suasana asrama Sekolah Rakyat (SR) yang baru diresmikan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf pada 4 Agustus 2025 lalu, kini diwarnai cerita baru. Baru berjalan tiga pekan, sejumlah siswa mulai merasakan apa yang biasa dialami anak-anak ketika harus jauh dari rumah: homesick atau rindu rumah.

Baca Juga :Resmi: Persik Kediri Pinjamkan Zikri Ferdiansyah ke PSMS Medan untuk Liga 2 2025/2026

Bagi sebagian siswa, terutama jenjang SMP, kerinduan itu tidak hanya tertuju pada orang tua. Mereka juga merindukan suasana rumah, lingkungan tempat tinggal, hingga rutinitas sederhana yang biasanya menemani hari-hari mereka.

Read More

“Memang ada beberapa yang kangen rumah atau homesick, cuma kangen pengin lihat rumah, sudah itu saja,” ungkap Kepala Sekolah Rakyat, Devit Tri Candrawati, Senin (18/8/2025).

Fenomena homesick ini paling banyak dirasakan oleh siswa SMP. Jika murid SD masih bisa bertemu orang tua setiap sore, berbeda dengan anak SMP yang hanya dijadwalkan dikunjungi orang tua seminggu sekali. Jarak waktu yang lebih panjang inilah yang membuat sebagian dari mereka merasa berat.

Tak jarang, siswa meminta wali asrama menghubungi orang tua mereka lewat telepon atau video call. Bahkan, ada kalanya pihak sekolah memberi kelonggaran bagi wali murid yang ingin datang malam hari di luar jam kunjungan resmi, demi mengobati rasa rindu anak-anak.

“Ya mau bagaimana lagi, ini masih masa transisi. Jadi kami sambungkan dengan orang tua. Bahkan kami juga izinkan kalau ada wali murid yang harus berkunjung malam hari, karena memang kangen tadi. Tapi mereka memang tidak boleh pulang,” jelas Devit.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *