Untuk seleksi tahap kedua, masih ada 88 formasi tersisa. Dari jumlah itu, baru 44 formasi yang sudah terisi, sementara sisanya masih dalam proses penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
BKPSDM Tulungagung kini bekerja ekstra. Proses pengusulan ribuan honorer itu sedang dikebut melalui aplikasi SI-ASN BKN. Harapannya, semua bisa rampung paling lambat akhir 2025.
Bukan tanpa tekanan, sebab Kementerian PAN-RB sudah menetapkan batas akhir pengusulan PPPK paruh waktu pada 20 Agustus 2025. Artinya, hanya dalam hitungan hari, seluruh dokumen harus sudah masuk dan diproses.
“Jadwalnya sudah ditetapkan secara nasional. Kami di daerah tinggal melaksanakan. Targetnya, pengusulan 5.464 tenaga honorer ini bisa selesai hingga akhir tahun,” tegas Kesit.
Kabar ini tentu menjadi titik terang bagi ribuan tenaga honorer di Tulungagung. Banyak di antara mereka telah mengabdi puluhan tahun, mengisi ruang kosong pelayanan publik di sekolah, puskesmas, hingga kantor desa, meski status dan kesejahteraan mereka belum sebanding dengan pegawai tetap.
Dengan rencana pengangkatan ini, mereka tidak hanya mendapatkan kepastian hukum dalam bekerja, tetapi juga peluang peningkatan kesejahteraan. Meski hanya berstatus PPPK paruh waktu, langkah ini tetap dianggap sebagai pintu masuk menuju kehidupan yang lebih stabil.
Ribuan tenaga honorer kini hanya bisa berharap proses administrasi berjalan lancar. Mereka menunggu saat di mana kerja keras bertahun-tahun akhirnya diakui negara, meski dalam wujud PPPK paruh waktu.



















